ads

Cara Mudah Untuk Membuat Power Point Skripsi Keperawatan

Ketika anda telah menyelesaikan membuat skripsi dengan benar. Maka akan dihadapkan dengan sidang skripsi. Sebelum diberikan pertanyaan tentang penelitian tentunya harus mempresentasikan skripsi keperawatan milik anda. Membuat slide presentasi skripsi tidaklah mudah. Butuh sebuah pemikiran serta kerja keras dalam memilih konten, gambar, dan struktur untuk presentasi. Pada umumnya presentasi berlangsung 10-20 menit. Dalam waktu singkat kebanyakan mahasiswa merasa bingung mengorganisasi materi. Banyak yang merasa kesulitan dalam membuat struktur dan kurang mampu membuat slide menarik. Sehingga membuat slide skripsi apa adanya.

Tidak hanya isi dalam skripsi saja yang penting. Namun tampilan dari slide presentasi pun mendukung anda dalam menampilkan kemampuan pada dosen penguji. Jika membuat power poin tulis saja poin-poin yang penting kemudian anda jelaskan sendiri. Jangan semua tulisa anda tuangkan dalam slide presentasi.

Tahapan Membuat Slide Skripsi Keperawatan
Biasanya jika malas membuat power point, hanya dibuat sembarangan dengan mengcopy paste saja, tanpa dibaca lagi. Background yang anda pakai pun seadanya. Sehingga slide skripsi keperawatan milik anda tak menarik dan sangat membosankan. Itu juga bisa mempengaruhi nilai ujian, jika dosen anda memperhatikan setiap detailnya.

Ada tiga tahapan untuk membuat slide power point skripsi yang baik, yaitu:
•    Membuat konsep yang menarik
Konsep merupakan gambaran tentang informasi yang disampaikan saat presentasi. Membuat konsep presentasi yang baik tidak mudah. Dibutuhkan kerja keras untuk melakukannya. Untuk itu mengorganisasi materi sangat penting untuk mendapatkan gambaran keseluruhan dari isi skripsi. Caranya membuat poin penting yang mencakup alasan dari pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan, jenis penelitian, subjek dari penelitian, variabel, pengumpulan data, analisis data, hasil penelitian, dan kesimpulan. Lakukan dengan cermat agar memperoleh ringkasan yang dapat mewakili isi skripsi anda.
•    Membuat struktur power point skripsi
Setelah memiliki konsep, kemudian membuat struktur presentasi. Agar dapat menyampaikan presentasi dengan baik dan terstruktur. Penampilan anda pun lebih baik dan dewan penguji lebih mudah memahami apa yang dimaksud dalam skripsi anda. Mulailah membuat outline melalui outline mode pada powerpoint, tulis di microsoft word, atau kertas. Tulis kalimat yang akan ditampilkan dalam slide. Setelah itu buat sketsa untuk setiap slide. Tidak semua slide berisi gambar sesuaikan dengan kebutuhan. Apabila tak ada yang cocok gunakan presentasi teks saja.
•    Membuat desain presentasi
Untuk slide presentasi yang perlu dikedepankan adalah kejelasan dan sederhana. Maksud dari sederhana adalah setiap kalimat yang ditampilkan tak boleh terlalu panjang dan mudah dipahami. Sedangkan untuk kejelasan adalah pengunaan dari latar belakang, jenis font, warna, dan ukuran font yang mudah dibaca. Ciptakan kontras  untuk slide presentasi yang baik. Buatlah perbedaan antara elemen dalam slide dan beri penekanan pada konten yang penting.

Membuat presentasi skripsi anda juga perlu memperhatikan kombinasi warna, jenis gambar, serta grafik. Pilihlah yang tepat untuk materi presentasi agar bisa membuat semua orang terkesan. Dengan presentasi skripsi yang baik bertujuan untuk mempermudah orang lain dalam memahami isi skripsi. Lakukanlah tiga tahapan di atas untuk mewujudkan slide skripsi yang baik.

Isi dari skripsi anda bagus, topik yang anda pilih pun merupakan topik yang sedang menjadi pembicaraan saat ini, dan slide presentasi skripsi keperawatan juga baik. Maka dosen anda tak akan segan memberikan nilai yang tinggi. Meraih nilai tertinggi adalah suatu kebanggaan. Hasil kerja keras anda pun terbayarkan.

Topik Yang Menarik Jadi Kunci Kesuksesan Skripsi Keperawatan Anda!

Skripsi kesehatan  disusun mahasiswa yang mengambil jurusan dalam bidang kesehatan, misalnya Ilmu Keperawatan. Ada banyak topik kesehatan dapat diangkat jadi pembahasan skripsi. Misalnya, topik penderita penyakit, kesehatan lingkungan, dan lain-lain. Topik yang anda pilih sebaiknya memberikan kontribusi pada dunia kesehatan, sehingga skripsi keperawatan anda tidak berakhir sebagai wacana saja. Namun dapat dimanfaatkan oleh orang banyak yang membutuhkan informasi atau sebagai referensi.

Ketika berbicara tentang skripsi ada langkah-langkahnya untuk menyusun dengan benar. Pada umumnya pertama kali yang harus anda lakukan adalah menentukan topik, lalu menentukan judul. Kemudian menentukan permasalahan yang dibahas di dalam skripsi. Banyaknya topik mungkin bisa membuat anda mengalami kesulitan menentukan topik. Carilah topik sesuai bidang anda. Untuk memudahkan proses pembahasan skripsi. Pilihlah topik yang menarik sehingga menambah pengetahuan tentang kesehatan. Contoh topik yang dapat dijadikan referensi adalah kesehatan masyarakat melalui pos layanan terpadu. Dapat mengunjungi perpustakaan untuk mendapat referensi yang banyak.

Tips membuat abstrak skripsi keperawatan yang benar
Saat kuliah sudah memasuki semester akhir maka anda memiliki kewajiban untuk membuat skripsi. Salah satu komponen dalam skripsi adalah abstrak. Abstrak merupakan rangkuman dari semua pembahan dengan format yang singkat. Dapat dikatakan penyajian ringkas yang benar, tepat, jelas dari skripsi kesehatan anda. Saat menyusun abstrak harus dapat mendirikripsikan skripsi mulai dari bab I hingga bab V. Tidak lebih dari 250 kata, maka anda harus benar-benar bisa merangkai kata dengan benar.

Berikut cara membuat abstrak yang benar adalah:
•    Paragraf 1
Paragraf pertama dalam abstrak berisi latar belakang masalah dari penelitian yang anda buat. Anda tuangkan dengan singkat apa yang melatarbelakangi penelitian. Selain itu, ada tujuan penelitian.
•    Paragraf 2
Dalam paragraf kedua berisi tentang metode penelitian. Ada banyak metode penelitian, anda cukup menuliskan metode yang anda gunakan saja. Misalnya menggunakan metode sampel, populasi, atau yang lainnya.
•    Paragraf 3
Pada paragraf ketiga berisi mengenai hasil penelitian. Hasil dari penelitian akan dianggap berhasil dan sukses jika penelitian sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan begitu tujuan yang anda maksud dalam melakukan penelitian berhasil.
•    Paragraf 4
Untuk paragraf keempat adalah kesimpulan dan saran. Setelah semuanya anda tuliskan maka yang terakhir adalah membuat kesimpulan dari skripsi yang sudah anda kerjakan. Setelah itu mintalah saran kepada pembaca agar bisa jadi lebih baik apabila melakukan penelitian lagi esok hari.

Dalam menyelesaikan pembuatan skripsi, anda dibantu dosen pembimbing. Tugas dari seorang dosen pembimbing adalah mengarahkan proses penyusunan skripsi. Sehingga jika anda mengalami kesulitan dapat berkonsultasi dengannya. Anda dapat menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan topik skripsi. Maka dari itu, pilihlah dosen pembimbing yang benar-benar ahli dan menguasai bidang kesehatan. Jika memilih dosen yang sedikit menguasai materi sesuai topik anda kemungkinan dosen pembimbing tidak mengetahui solusi jika anda mengalami kesalahan atau kesulitan dalam skripsi.

Dosen pembimbing bisa mempengaruhi hasil dari skripsi anda. Selain itu juga bisa mempengaruhi hasil ujian skripsi anda. Kemungkinan anda tidak lulus dalam ujian karena yang menguji tak hanya dosen pembimbing saja. Namun ada dosen yang lainnya yang menguji skripsi keperawatan anda. Itulah pentingnya pentingnya memilih dosen pembimbing demi mendapatkan nilai kelulusan yang baik untuk pendidikan sarjana. Untuk mendapatkan nilai yang baik anda juga harus belajar dengan baik supaya bisa menjawab pertanyaan dari dosen penguji.

Metode Penelitian Untuk Skripsi Keperawatan


Metode Penelitian Skripsi Keperawatan
Skripsi keperawatan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa jurusan ilmu keperawatan. Seperti halnya skripsi atau tugas akhir untuk jurusan lain, bagi mahasiswa yang ingin dapat membuat skripsi mesti melalui sejumlah tahapan awal terlebih dulu. Salah satunya membuat proposal skripsi. Proposal skripsi perlu dibuat sebaik mungkin agar disetujui oleh dosen. Adapun di dalam proposal skripsi yang dibuat tidak hanya cukup terdapat judul dan latar belakang saja. Akan tetapi, pada proposal yang Anda buat juga mesti memaparkan metode penelitian yang menjadi elemen penting. Mengapa penyusunan metode penelitian ini penting?
Metode penelitan pada skripsi keperawatan berkaitan dengan bagaimana cara mendapatkan data yang dibutuhkan. Metode penelitian cenderung lebih menekankan pada strategi, proses, dan juga pendekatan pada pemilihan karakter, jenis, dimensi, dan waktu dari data yang dibutuhkan. Sehingga data penelitian yang diperoleh bisa diolah sebagaimana mestinya dan memberikan hasil yang akan menjawab sejumlah permasalahan yang dimunculkan. Sementara instrumen lebih menekankan pada alat atau cara yang dipilih untuk menyaring data-data yang diperlukan. Dalam hal ini ada beberapa hal penting yang mesti dijelaskan secara terperinci. Apa saja hal penting tersebut? Berikut diberikan ulasan lebih lengkapnya:
·       Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan gambaran umum bagaimana peneliti melakukan observasi. Sebagai contoh desain penelitian yang dipilih adalah Cross Sectional yang mana berarti peneliti melakukan penelitian yang bersifat sesaat. Pada desain penelitian ini peneliti cukup melakukan observasi satu kali saja kepada responden dengan menggunakan pengukuran variabel yang diukur dan dianalisa langsung saat pengkajian. Desain penelitian ini cukup praktis dan simpel karena tidak memakan waktu terlalu lama. Hanya saja melakukan penelitian sekali saja cukup berisiko pada eror data bila tidak dilakukan secara teliti. Akan tetapi, dalam kebutuhan penyusunan skripsi keperawatan desain penelitian ini wajar dipilih.
·       Populasi, Sampel, dan Sampling
Populasi adalah sekumpulan makhluk hidup yang tinggal di suatu daerah tertentu. Sementara itu, dikenal pula istilah sampling. Sampling merupakan suatu proses pada tahap seleksi dari populasi sebagai perwakilan populasi. Sangat mustahil untuk melakukan penelitian kepada semua populasi yang ada. Karenanya para peneliti kerap hanya mengambil sampel yang biasanya dipilih dengan sistem random. Hal ini agar kualitas data yang didapat bisa akurat. Namun, untuk penelitian skripsi keperawatan tidak jarang pula pemilihan sampel dilakukan dengan memberikan batasan-batasan tertentu sebagai parameter. Hal ini bertujuan supaya observasi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Sebagai contoh parameter yang ditetapnya misalnya warga desa X yang berusia antara 15-50 tahun yang tidak memiliki kelainan jiwa dan tidak sedang dalam kondisi sakit. Parameter yang dibuat memang harus terperinci, sehingga bisa memberikan batasan secara cukup. Tentunya parameter yang digunakan juga menyesuaikan dengan latar belakang masalah yang diangkat.
·       Indetifikasi Variabel
Variabel independen merupakan faktor-faktor yang berdiri sendiri tetapi dapat mempengaruhi kondisi variabel dependen. Contoh variabel independen yaitu pendidikan, perilaku masyarakat, dan lingkungan. Adapun yang dimaksud dengan variabel dependen yaitu variabel yang bisa dipengaruhi oleh variabel independen atau yang dalam arti lain bersifat terikat dengan variabel independen. Contoh dari variabel dependen misalnya upaya pencegahan penyakit DFH oleh masyarakat. Pada tahap analisa data yang dilakukan nantinya, peneliti dapat mencari tahu hubungan variabel independen dengan variabel dependen dengan tingkat signifikan yang sudah ditetapkan.
·       Pengumpulan dan Analisa Data
Pada sub bab pengumpulan dan analisa data mesti mencantumkan dimana tempat dan kapan waktu pelaksanaan observasi. Tempat penelitian skripsi keperawatan mesti dijelaskan secara rinci dan bila perlu terkadang disertai dengan denah. Adapun untuk waktu juga dituliskan secara lengkap mencakup hari, tanggal, bulan, dan tahun. Dalam penelitian juga dibutuhkan instrumen untuk mendapatkan data. Instrumen yang digunakan bisa berupa angket atau lainnya. Bila menggunakan angket, pembagian angket sebaiknya dilakukan sendiri oleh peneliti agar mengetahui benar kondisi di lapangan. Selanjutnya data yang diperoleh perlu diolah dengan teknik analisa tertentu. Teknik yang dipilih sebaiknya dapat mengidentifikasi secara cermat apa yang akan diobservasi. Sehingga data akan memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
·       Masalah Etik
Sudah menjadi hal wajib bagi peneliti untuk mengajukan dan meminta permohonan ijin kepada pihak yang berwajib sebelum melakukan penelitian. Terlebih bila penelitian pada skripsi keperawatan melibatkan sejumlah masyarakat yang menjadi warga suatu daerah tertentu. Permohonan ijin dapat dituliskan dalam bentuk lembar persetujuan. Pada lembar persetujuan yang diberikan peneliti sebaiknya memaparkan tujuan penelitian dan dampak yang mungkin terjadi selama penelitian berlangsung. Responden memiliki hak untuk menerima atau menolak. Bila responden memberikan ijin penelitian, maka pihak responden mesti menandatangani lembar persetujuan sebagai tanda setuju. Tanda setuju ini pun nantinya perlu dilampirkan dalam skripsi yang sudah jadi. Selain itu, pihak responden juga berhak mendapatkan jaminan kerahasiaan informasi pribadi dari peneliti. Hal ini penting, pasalnya informasi kesehatan memang menjadi salah satu informasi crucial yang tidak boleh disebarluaskan secara bebas.
·       Keterbatasan
Sub bab keterbatasan kurang lebih memaparkan terkait kelemahan yang mungkin menyebabkan ketidaksempurnaan pada data yang diambil. Karena merupakan kelemahan, sub bab keterbatasan ini bisa menjadi masalah saat sidang skripsi berlangsung. Terlebih bila peneliti tidak memiliki alasan kuat untuk menyangkal atau mempertahankan argumen. Sebagai contoh, misalnya keterbatasan didapati karena waktu penelitian yang cukup singkat atau karena peneliti hanya mengambil sebagian kecil sampel dari jumlah populasi yang ada. Tentu dalam hal ini peneliti harus memiliki argumen kuat yang melandasi mengapa sampel yang diambil cukup kecil. Oleh karena itu, sebisa mungkin minimalisir kesalahan atau keterbatasan yang dapat mengurangi keakuratan data yang dikumpulkan.
Demikian sejumlah uraian yang sebaiknya dipaparkan dalam bab metode penelitian untuk skripsi keperawatan. Adapun bagian ini sebenarnya hanya salah satu bagian terkecil dari keseluruhan skripsi. Masih ada sejumlah bagian lain yang juga memiliki bobot tersendiri, misalnya bagian latar belakang, pembahasan, kesimpulan, dan tidak terkecuali judul. Meskipun demikian, bagian metode penelitian tidak bisa dianggap remeh karena bagian ini berpengaruh pada sebagian besar isian pembahasan skripsi Anda.
Metode penelitian menjadi gambaran singkat bagaimana Anda mendapatkan data sebagai bahan olahan pada bagian pembahasan hingga proses pengolahan data tersebut menjadi kesimpulan yang menjawab latar belakang masalah yang diangkat. Karena itu, bisa dibilang kualitas dari hasil pembahasan Anda bergantung dengan metode penelitian yang dipilih. Dengan metode penelitan skripsi keperawatan yang matang, pastinya Anda berkesempatan memperoleh data yang dibutuhkan, sehingga bisa mendapat pembahasan yang menarik. Pembahasan yang diulas pun sebaiknya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang metode penelitian dalam bentuk deskripsi guna menuju pada kesimpulan yang menjawab persoalan. Sekian ulasan kali ini. Semoga memberi ulasan informasi yang menambah wawasan Anda dan bermanfaat.

Langkah Mudah Menentukan Judul Skripsi Keperawatan


Sebelum menyelesaikan pendidikan di universitas atau pendidikan tinggi lain sesuai latar belakang pendidikan  seorang mahasiswa harus menulis karya ilmiah  atau tugas akhir yang sering disebut skripsi, termasuk skripsi keperawatan. Hal ini tentu diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan dalam bidang kesehatan tersebut. Tak jarang seolah skripsi menjadi batu sandungan besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjananya. Dalam menyelesaikan tugas akhir ini tak jarang mahasiswa hingga mengalami stres karena keterlambatan dalam menyelesaikan penelitian sekaligus laporannya tentu akan membuat masa studi juga semakin panjang.

Keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian dan menuangkannya dalam skripsi bisa diakibatkan oleh kesalahan dalam memilih judulnya. Untuk itu sangat penting bagi Anda untuk menentukan tema atau memilih judul yang tepat agar masa studi dapat ditempuh sesingkat mungkin. Berikut ini adalah tips untuk menentukan judul skripsi yang tepat bagi Anda.
1.    Judul yang berguna
Yang pertama kali harus Anda pertimbangkan sebelum menentukan tema yang hendak diambil untuk penelitian Anda adalah memastikan bahwa suatu tema atau judul memang berguna. Beberapa judul penelitian dapat dikatakan tak berguna karena hanya dengan membaca judulnya sekilas saja kita sudah mengetahui hasil penelitian tersebut. Untuk mengetahui apakah suatu tema akan membawa manfaat, coba buatlah perbandingan dengan diri kita sendiri apakah hasil suatu penelitian nantinya berguna bagi diri kita atau tidak. Jika tidak, maka bisa jadi orang lain pun tak dapat mengambil manfaatnya.
2.    Menentukan fokus skripsi sejak mula
Bila Anda telah menentukan tema skripsi atau penelitian Anda, langkah berikutnya adalah menetapkan fokus permasalahan yang nantinya dituangkan dalam rumusan masalah. Uraikan masalah penelitian dalam struktur kerangka pikiran untuk membentuk suatu kesimpulan atau solusi. Cara untuk mendapatkan rumus penulisan tersebut sangat mudah yaitu dengan menentukan 6 pertanyaan berupa 5 W dan 1 H, yaitu what, when, who, why, where, dan yang terakhir adalah how. Anda sudah  menjabarkan fokus masalah Anda, bukan?
3.    Tentukan judul dengan tema yang menarik minat Anda
Dalam menentukan tema skripsi keperawatan atau skripsi dengan jurusan studi yang lain sangat penting untuk memilih tema yang menarik minat Anda agar Anda dapat melaksanakan penelitian dengan sepenuh hati. Bergelut dengan sesuatu yang tidak kita minati tentu akan lebih sulit daripada berhadapan dengan tema yang kita sukai.

Agar studi cepat selesai mungkin sudah sering kita jumpai mahasiswa memilih tema skripsi tanpa pertimbangan yang matang, hanya yang dirasa tak rumit saja agar penelitian dapat dilakukan dengan mudah. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah, tetapi dengan mengajukan tema penelitian dengan masalah-masalah yang lebih aktual tentu kita akan dapat memberikan kontribusi bagi orang lain bila ternyata hasil penelitian kita dapat menjadi solusi atas suatu permasalahan. Selain itu judul skripsi sebaiknya juga dicocokkan dengan karakter peneliti atau mahasiswa yang bersangkutan.
4.    Memilih judul yang dikuasai
Dalam memilih judul skripsi sebaiknya tidak hanya yang menarik minat peneliti atau mahasiswa saja tetapi juga yang dikuasai. Menentukan judul skripsi yang Anda minati tanpa mempunyai latar belakang pengetahuan yang cukup tentang tema terkait akan berpotensi untuk memperlambat penelitian yang Anda lakukan. Memiliki minat yang besar sekaligus latar belakang pengetahuan yang kuat tentang suatu tema akan berdampak pada motivasi atau semangat Anda dalam mengerjakan skripsi. Bila Anda menganggap suatu tema terlalu sulit tentu Anda akan semakin malas mengerjakannya.
5.    Ketersediaan referensi
Dalam menentukan tema atau judul skripsi hal berikutnya yang harus menjadi pertimbangan Anda adalah ketersediaan referensi dalam jumlah yang mencukupi. Untuk menulis karya ilmiah berupa tugas akhir paling tidak Anda membutuhkan referensi berjumlah 25 buku referensi. Jadi sebelum mengajukan suatu tema tugas akhir, penting bagi Anda untuk mencari informasi terlebih dahulu tentang ketersediaan referensi. Kurangnya referensi yang berhubungan dengan skripsi Anda dapat mengakibatkan terhambatnya penulisan skripsi tersebut di tengah jalan. Karya-karya ilmiah yang pernah ditulis sebelumnya oleh peneliti lain dapat Anda gunakan pula sebagai perbandingan atau inspirasi. Tetapi ingat jangan sampai Anda terjebak dalam plagiat. Memiliki dasar pengetahuan yang kuat yang berhubungan dengan tema skripsi Anda juga akan memudahkan dosen pembimbing untuk mengarahkan penelitian yang Anda lakukan.
6.    Realistis
Sikap mental yang harus dimiliki oleh peneliti dalam menulis skripsi keperawatan atau skripsi dengan latar belakang keilmuan yang lain adalah realistis tanpa melupakan idealisme. Sangat penting untuk tidak terlalu berseberangan dengan pembimbing Anda tentang tugas akhir ini. Mempertahankan idealisme memang boleh-boleh saja tetapi jangan sampai sikap ini akan merugikan Anda nantinya.

Contoh tema skripsi keperawatan
Bagi Anda yang tengah mencapai semester akhir pada pendidikan keperawatan, berikut ini adalah beberapa contoh tema skripsi keperawatan yang mungkin dapat menjadi ide bagi Anda, yaitu, pengaruh jajanan anak sekolahan kaki lima pada kesehatan pencernakan anak, pengaruh pemberian penyuluhan tentang kesehatan masyarakat dan faktor-faktor lain terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat daerah X, pelayanan dan pembinaan tentang kesehatan jiwa bagi masyarakat di kota X, pengaruh posyandu (pos pelayanan terpadu) dalam pembangunan kesehatan masyarakat, dan lain sebagainya. Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan referensi yang lebih beragam yaitu pada berbagai perpustakaan universitas-universitas atau melalui internet.

Dosen pembimbing akan membantu Anda dapat menyelesaikan skripsi keperawatan Anda termasuk memberi pengarahan dalam penelitian termasuk menuangkannya dalam bentuk tulisan atau tugas akhir. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk memilih dosen pembimbing yang benar-benar ahli terutama berkaitan dengan tema skripsi yang Anda pilih. Memilih pembimbing yang ternyata tidak terlalu menguasai materi dalam tugas akhir Anda memungkinkan terjadinya kesalahan dalam penulisan tugas akhir baik yang berhubungan dengan penelitan lapangan atau penjabaran dalam bentuk karya ilmiah. Selain dapat berdampak pada nilai skripsi, kesalahan pembimbingan juga dapat berakibat fatal bagi kelulusan Anda.

Jika semua persiapan telah selesai dilakukan termasuk telah mendapatkan persetujuan untuk tema skripsi keperawatan yang hendak Anda tulis maka Anda dapat memulai dengan membuat perencanaan yang matang akan langkah-langkah penulisan skripsi termasuk melakukan penelitian. Buatlah jadwal kapan Anda akan melakukan apa, dan berkomitmenlah untuk mematuhi jadwal yang Anda buat sendiri tersebut.

Misalnya, tentukan kapan Anda mencari sumber referensi, terjun ke lapangan untuk melakukan penelitian atau mengambil data, menganalisa data, lalu mulai menuliskannya dalam skripsi Anda. Buatlah target waktu agar kegiatan yang Anda lakukan lebih terarah dan Anda dapat menyelesaikan skripsi dalam waktu yang ditentukan.

Tahap terakhir yang akan Anda hadapi setelah skripsi keperawatan Anda rampung tentu adalah sidang pertanggungjawaban atau ujian skripsi.  Sebenarnya Anda tak perlu gugup menghadapi ujian ini karena Anda pasti sudah tahu secara detail mulai dari A hingga Z tentang tugas akhir Anda ini. Nah, semoga bermanfaat!

TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI RUANG BERSALIN


TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG 
PERAWATAN PAYUDARA DI RUANG BERSALIN
RSUD Pamekasan
Skripsi Keperawatan D-3 dan S-1
ABSTRAK
Ibu yang baik, yang menginginkan anaknya tumbuh sehat akan memberikan apa yang terbaik untuk bayinya. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik untuk bayi. Untuk bisa memberikan ASI ekslusif dengan baik pada bayi baru lahir diperlukan payudara yang baik pula. Masalah yang seringkali dijumpai pada ibu terutama pada ibu-ibu yang baru pertama kali mempunyai anak, pernah menderita puting susu nyeri/lecet, pembengkakan pada payudara dan bahkan tak jarang juga ditemui mereka mengeluh saluran susu mereka tersumbat. Seorang ibu dengan bayi pertamanya akan mengalami berbagai masalah, hanya karena tidak mengetahui cara-cara yang sebenarnya sangat sederhana terutama dalam perawatan payudara. Namun jika tidak ada upaya perawatan payudara akan mengurangi produksi ASI, perubahan bentuk payudara, bahkan bisa terjadi infeksi payudara, bendungan payudara.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan ibu primipara dalam ranah tahu dan ranah paham tentang perawatan payudara di Ruang Bersalin RSD Pamekasan.. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Non-probability tipe Consecutive sampling. Sampel yang diambil yaitu ibu Primipara di Ruang Bersalin RSD Pamekasan sebanyak 25 responden dari populasi 164 orang. Pengambilan data dengan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan dalam ranah tahu dan ranah paham tentang perawatan payudara.
Hasil analisa data didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu primipara dalam ranah tahu hampir seluruhnya (76%) responden dikategorikan kurang, sedangkan dalam ranah paham mengenai perawatan payudara sebagian besar (60%) responden dikategorikan kurang.
Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu primipara tentang perawatan payudara dikategorikan kurang. Untuk itu perlu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai perawatan payudara yang baik dan benar dengan lebih mengintensifkan program penyuluhan kesehatan oleh petugas atau kader kesehatan.
Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Perawatan Payudara
DAFTAR  ISI
Halaman
HALAMAN COVER     i
COVER DALAM     ii
HALAMAN PERSETUJUAN    iii
HALAMAN PENGESAHAN     iv
SURAT PERNYATAAN    v
KURIKULUM VITAE    vi
MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN    vii
KATA PENGANTAR     viii
ABSTRAK    x
DAFTAR ISI    xi
DAFTAR GAMBAR    xiii
DAFTAR TABEL    xiv
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG     xv
DAFTAR LAMPIRAN    xvi
BAB 1  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang    1
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikannya selama 9 bulan (Sarwono P, 2001 : 100). Namun proses ini tidak hanya selesai sampai disini, masih banyak hal yang perlu diperhatikan oleh ibu terutama ibu primipara (kelahiran pertama) yaitu masalah kebutuhan nutrisi bayinya. Primipara adalah wanita yang pernah hamil satu kali dan melahirkan anak yang dapat hidup (Hendra, 2000 : 281). Bayi yang baru lahir menuntut perhatian ekstra besar dan perawatan yang hati-hati. Untuk keperluan nutrisinya, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI ekslusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan (www.depkes.com). Ibu yang baik, yang menginginkan anaknya tumbuh sehat akan memberikan apa yang terbaik untuk bayinya. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik untuk bayi (Suharyono et al, 1996 ; 65). Untuk bisa memberikan ASI ekslusif dengan baik pada bayi baru lahir diperlukan payudara yang baik pula. Banyak ibu yang merasa khawatir apabila mereka menyusui akan merubah bentuk payudaranya sehingga kurang menarik. Sedangkan masalah yang seringkali dijumpai pada ibu terutama pada ibu-ibu yang baru pertama kali mempunyai anak, pernah menderita puting susu nyeri/lecet, pembengkakan pada payudara dan bahkan tak jarang juga ditemui mereka mengeluh saluran susu mereka tersumbat. Payudara yang terawat dengan baik akan memproduksi ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Begitu pula dengan perawatan payudara yang baik, ibu tidak perlu khawatir bentuk payudaranya akan cepat berubah sehingga kurang menarik, serta puting tidak akan lecet sewaktu diisap oleh bayi (Soetjiningsih, 1997 ; 19).
Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, mulai terlihat tendensi penurunan pemberian air susu ibu, dikhawatirkan akan meluas ke pedesaan. Bukti-bukti penurunan penggunaan air susu ibu di negara-negara yang telah maju banyak dikemukakan, antara lain  di Amerika, pada permulaan abad ke-20, kira-kira 71% bayi mendapat ASI sampai umur kurang lebih 6 bulan, sedangkan tahun 1971, turun menjadi 25% untuk ekonomi sedang dan 5% dengan ekonomi baik. Masalah yang tersering ditemui karena kurangnya perawatan payudara adalah puting susu nyeri/lecet, yaitu sekitar 57% dari ibu yang menyusui melaporkan bahwa ia pernah menderita kelecetan pada putingnya (Soetjiningsih, 1997 ; 105). Sedangkan menurut data di Ruang bersalin RSD Pamekasan berdasarkan pengambilan data awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 30 Desember tahun 2005 dari bulan Januari hingga bulan Desember terdapat sebanyak 164 ibu melahirkan primipara dari jumlah ibu yang melahirkan di ruang bersalin sebanyak 482, atau sekitar 34,02%. Berdasarkan hasil survey awal tanggal 15 Desember 2005, dari 9 ibu primipara yang berkunjung di Ruang Bersalin RSD Pamekasan terdapat 6 ibu primipara yang menyatakan belum mengetahui tentang perawatan payudara.
1.2  Rumusan Masalah    4
1.3  Tujuan Penelitian    4
1.4  Manfaat Penelitian    4
BAB 2  TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1  Konsep Dasar Pengetahuan     6
2.2    Konsep Dasar Ibu Primipara    9
2.2.1    Pengertian
Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seseorang yang cukup besar untuk hidup di dunia luar baik matur maupun prematur (Mochtar, 1997 : 156 ).
Masa nifas adalah : masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas adalah 6-8 minggu (Mochtar, 1997 : 115).
Masa nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir kira-kira 6-8 minggu akan tetapi seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu tiga bulan (Prawirohardjo, 2002 : 237).
Menurut Mochtar, (1997 ; 116), nifas dibagi dalam 3 periode yaitu  :
1.    Masa nifas dini yaitu kepulihan dimana ibu telah dapat diperbolehkan berdiri  dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
2.    Masa nifas intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.
3.    Remote masa nifas adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi, waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan, atau tahunan.
2.3    Konsep Dasar Perawatan Payudara     11
2.4    Hasil Penelitian Terdahulu     15
2.5    Kerangka Konseptual    16
BAB 3   METODE PENELITIAN
3.1  Desain Penelitian    17
Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan untuk mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian (Nursalam, 2001 : 54). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif tentang tingkat tingkat pengetahuan ibu primipara tentang perawatan payudara di Ruang Bersalin RSD Pamekasan.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendiskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang umum terjadi pada masa kini, dimana dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan, peneliti tidak mencoba menganalisa mengapa dan bagaimana fenomena tersebut terjadi (Nursalam, 2003 : 83).
3.2  Kerangka Kerja    17
3.3  Desain Pengambilan Sampel    19
3.4  Identifikasi Variabel    20
3.5  Definisi Operasional    20
3.6  Pengumpulan Data dan Analisa Data    21
3.7  Etika Penelitian    25
3.8  Keterbatasan    26
BAB 4   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1    Hasil Penelitian     27
4.2    Pembahasan    33

BAB 5  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan    38
5.2    Saran    38
DAFTAR PUSTAKA    40
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR  GAMBAR
Gambar 2.1  Kerangka Konseptual    16
Gambar 3.1  Kerangka Kerja    18
Gambar 4.1  Distribusi Responden Berdasarkan Status Pendidikan Ibu    28
Gambar 4.2  Distribusi Responden Berdasarkan Usia Ibu    29
Gambar 4.3  Distribusi Responden Berdasarkan Status Pekerjaan Ibu    29
Gambar 4.4  Distribusi Responden Berdasarkan Pernah atau Tidak Ibu Mendapat Informasi     30
Gambar 4.5  Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Informasi Ibu     31
DAFTAR  TABEL
Tabel 3.1  Definisi Operasional     21
Tabel 4.1  Distribusi Prosentase Rata-rata Jawaban Terhadap Pertanyaan Yang Berkaitan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Ranah Tahu Tentang Perawatan Payudara     32
Tabel 4.2  Distribusi Prosentase Rata-rata Jawaban Terhadap Pertanyaan Yang Berkaitan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Ranah Paham Tentang Perawatan Payudara    32
DAFTAR  SINGKATAN DAN LAMBANG
Singkatan :
RSD     : Rumah Sakit Daerah
SC     : Sectio Cesarea
SD     : Sekolah Dasar
SLTP     : Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
SLTA     : Sekolah Lanjutan Menengah Atas
PT     : Perguruan Tinggi
Th     : Tahun
PNS     : Pegawai Negeri Sipil
KB     : Keluarga Berencana
TV     : Televisi
BH     : Breast Holder
Lambang :

%     : Persen
>     : Lebih dari
<    : Kurang dari
=     : Sama dengan

DAFTAR  LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Pengumpulan Data    41
Lampiran 2. Surat Pengantar Penelitian     42
Lampiran 3. Surat Keterangan Diijinkan dan Telah Mengumpulkan Data
Sesuai Dengan Tujuan Penelitian    43
Lampiran 4. Formulir Persetujuan Menjadi Responden    44
Lampiran 5. Lembar Pengumpulan Data    45
Lampiran 6. Tabulasi Data Umum    48
Lampiran 7. Tabulasi Data Khusus Ranah Tahu    50
Lampiran 8 Tabulasi Data Khusus Ranah Paham     51
Lampiran 9. Jadwal Penelitian    52
Lampiran 10. Lembar Konsultasi    53